Jumat, 22 April 2016

SSH

SSH adalah aplikasi pengganti remote login seperti telnet, rsh, dan rlogin, yang jauh lebih aman. Fungsi utama aplikasi ini adalah untuk mengakses mesin secara remote. Sama seperti telnet, SSH Client menyediakan User dengan  Shell untuk remote ke mesin. Tidak seperti telnet, SSH menyediakan koneksi enkripsi antara klien dengan server. Dalam prakteknya, penggunaan menggunakan telnet dan ssh seperti perbedaan dengan mengakses website biasa dengan website yang lebih aman (HTTPS).

-          SSH dirancang untuk menggantikan service-service di sistem unix/linux yang menggunakan sistem plain-text seperti telnet, ftp, rlogin, rsh, rcp, dll).
-          Untuk menggantikan fungsi ftp dapat digunakan sftp (secure ftp), sedangkan untuk menggantikan rcp (remote copy) dapat digunakan scp (secure copy).
-          Dengan SSH, semua percakapan antara server dan klien di-enkripsi.
-          Artinya, apabila percakapan tersebut disadap, penyadap tidak mungkin memahami isinya.
Bayangkan seandainya Anda sedang melakukan maintenance server dari jauh, tentunya   dengan account yang punya hak khusus, tanpa setahu Anda, account dan password tersebut disadap orang lain, kemudian server Anda dirusak setelahnya.

-          Implementasi SSH yang banyak dipakai saat ini adalah OpenSSH
-          Aplikasi ini telah dimasukkan kedalam berbagai macam distribusi linux.  Redhat Linux versi 9 sudah menyediakan program tersebut dalam format RPM.

FITUR – FITUR
-          Protokol SSH menyediakan layanan sbb.:
o   Pada saat awal terjadinya koneksi, client melakukan pengecekan apakah host yang dihubungi sudah terdaftar pada client atau tidak.
o   Client mengirimkan proses autentifikasi ke server menggunakan teknik enkripsi 128 bit.
o   Semua data yang dikirimkan dan diterima menggunakan teknik enkripsi 128 bit sehingga sangat sulit dibaca tanpa mengetahui kode enkripsinya.
o   Client dapat memforward aplikasi Xwindows / X11 ke server, layanan ini dibuat

MANFAAT SSH
-          Dengan menggunakan SSH kita dapat bergerak bebas melalui stukrur file akun hosting.
-          Kita juga dapat menjalankan tugas seperti monitoring log file dan memulai atau menghentikan service ( berlaku di layanan VPS / Dedicated). Bahkan Kita juga dapat menggunakannya untuk install software ke akun hostingmu atau manage database MySQL.
-          SSH mengijinkan Kita untuk melakukan banyak hal lebih dari standard web
CARA KERJA SSH

-          Langkah 1 : Client melakukan koneksi ke port SSH ( 22 ) dan mengirimkan sebuah pesan bahwa client ingin membentuk sebuah hubungan informasi yang aman
-          Langkah 2 : Client dan server menyetujui untuk menggunakan sesi SSH tertentu. Nah, sesi disini dalam arti apakah menggunakan SSHv1 atau SSHv2. Kedua belah pihak harus menggunakan versi SSH yang sama. Kemudian kedua belah pihak membentuk 2 key yang nantinya digunakan untuk mengamankan informasi yaitu Public key dan Private Key.
-          Langkah 3 : Client meminta Public Key dan Host Key milik Server begitu juga sebaliknya, Server meminta Public key dan Host Key milik Client.
-          Langkah 4 : Server-Client Setuju untuk menggunakan algoritma tertentu ketika melakukan enkripsi nantinya, misal menggunakan DES.
-          Langkah 5 : Client melakukan Enkripsi Host Key dengan Public Key Server kemudian dikirimkan ke Server dan Server melakukan Decrypt dengan mengggunakan Private Key yang dimiliki oleh Server hal yang sama juga di lakukan oleh Server. Hal ini dilakukan untuk proses otentikasi bahwa memang benar peer pasangannya lah yang hanya bisa melakukan proses pengaman informasi dengan SSH.
-          Langkah 6 : Sampai disini koneksi telah terbentuk, dan client dapat selanjutnya bekerja secara interaktif pada server atau mentransfer file ke atau dari server. Informasi antar Client Sudah Bisa dilakukan.

FTP


FTP (singkatan dari File Transfer Protocol) adalah sebuah protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan standar untuk pentransferan berkas (file) komputer antar mesin-mesin dalam sebuah internetwork.



FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.









Sebuah server FTP diakses dengan menggunakan Universal Resource Identifier (URI) dengan menggunakan format ftp://namaserver. Klien FTP dapat menghubungi server FTP dengan membuka URI tersebut. (menurut wikipedia).







     FTP ini berfungsi untuk mentransfer file satu komputer (server) dengan komputer (server) lainnya yang berada dalam sebuah jaringan. Pada umumnya penggunaan FTP sering digunakan oleh webmaster untuk mengupload file dari komputer lokal ke server (hosting/vps) maupun sebaliknya.



     Untuk dapat menginstall dan mengkonfigurasi pengaturan VSFTPD, silahkan anda ikuti tahapan-tahapan berikut ini :





1. Tahap pertama menginstall VSFTPD terlebih dahulu. Silahkan masukkan command berikut ini .







2. Kemudian editlah pengaturan VSFTPD default yang terletak di /etc/vsftpd/vsftpd.conf. Saat ini saya menggunakan editor vi. Maka, saya edit dengan :


Lakukan perubahan pada bagian-bagian berikut ini, jangan lupa simpan konfigurasinya setelah anda melakukan perubahan :

anonymous_enable=NO

Hilangkan tanda pagar sebelum local_enable=YES

Hilangkan tanda pagar sebelum write_enable=YES

Dan hilangkan tanda pagar sebelum chroot_local_user=YES





3. Sekarang saatnya membuat folder untuk menyimpan file atau data FTPnya. Dalam contoh kasus ini saya mencoba membuatnya di root folder dengan command :









4. Tahap selanjutnya adalah membuat user dan password untuk mengakses FTP server :







Seperti biasanya, masukan password anda 2 kali untuk melakukan konfirmasi.





Anda baru saja selesai membuat username rikas dengan home direktori yang berada di /ftp/rikas









5. Sekarang saatnya kita jalankan VSFTPD yang tadi sudah berhasil diinstall : 



 6. Supaya VSFTPD berjalan otomatis setelah reboot :






7. Terakhir, silahkan coba membuat sebuah file yang akan diletakan di folder /ftp/rikas untuk nanti melakukan pengecekan :







 8. Saatnya melakukan pengetesan dengan mencoba mngakses FTP server anda melalui browser ftp://IPVPS atau ftp://domain.com, nanti anda akan diminta memasukan user dan password yang tadi sudah anda buat. Selain melalui browser, anda juga dapat mencoba mengaksesnya dengan menggunakan software FTP client filezilla atau software FTP client yang lainnya.


DHCP


IP Address-ing menggunakan DHCP



1. IP statis yaitu IP yang dedicated dengan sebuah PC, computer atau perangkat networking lain (misal router). Alamat IP statik adalah sebuah pemberian alamat IP yang tidak pernah berubah. Alamat IP statik penting karena server memakai alamat IP ini dan mungkin mempunyai pemetaan DNS menunjuk kepada server tersebut, dan biasanya memberikan informasi kepada mesin lain (seperti email server, web server, dll. ). Blok alamat IP statik mungkin diberi oleh ISP anda, baik dengan permintaan atau otomatis bergantung pada cara anda hubungan ke Internet.



2. IP dinamis yaitu IP yang didapatkan oleh computer/router lain dari sistem DHCP nya, IP yang didapatkan oleh PC ini bisa berubah-ubah. Alamat IP dinamik diberikan oleh ISP untuk node yang tidak permanen terhubung ke Internet, seperti komputer di rumah, komputer yang menggunakan sambungan dial-up. Alamat IP dinamik diberi secara otomatis menggunakan protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), atau Point-to-Point Protocol (PPP), bergantung pada tipe sambungan Internet. Node yang menggunakan DHCP terlebih dulu meminta alamat IP dari jaringan, dan otomatis mengkonfigurasi antar muka jaringannya. Alamat IP bisa diberi secara acak dari sebuah kumpulanalamat IP dari ISP anda, atau mungkin diberi menurut sebuah kebijakan. Alamat IP yang diberi oleh DHCP berlaku untuk waktu yang ditetapkan (dikenal sebagai waktu sewa / leased time). Node harus memperbarui sewa DHCP sebelum waktu sewa berakhir. Segera setelah memulai lagi, node mungkin menerima alamat IP yang sama atau yang berbeda dari kumpulanalamat IP yang tersedia.



Alamat IP dinamik cukup populer diantara Internet Servis Provider, karena memungkinkan mereka memakai lebih sedikit alamat IP daripada jumlah total pelanggan mereka. Mereka hanya memerlukan alamat bagi masing-masing pelanggan yang aktif di suatu saat. Alamat IP yang dapat di routing secara global membutuhkan biaya, dapat dihancurkan secara global IP berharga uang, dan beberapa authoritas untuk alokasi alamat (seperti RIPE, RIR dari Europa) sangat keras dalam penggunaan alamat IP untuk ISP. Memberi alamat IP secara dinamik memungkinkan ISP untuk menghemat uang, dan mereka sering akan meminta tambahan yuang ke pelanggan yang meminta alamat IP statik.



Hasil Praktikum :

Langkah 1.

Pastikan kita sudah masuk ke dalam super user (su -), setelah itu seperti biasa kita cek terlebih dahulu alamat IP Address punya kita.

Inet addr : 192.168.17.17 itu adalah alamat IP pc.









Langkah 2.

Kita ubah IP Address semula dengan IP Address yang baru, sifat IP Address ini sementara. Dengan menggunakan perintah # ifconfig eth0 192.168.1.17 netmask 255.255.255.0 setelah itu tekan enter, lalu masukan kembali perintah ifconfig, terlihat pada baris inet addr yang semulanya 192.168.17.17 menjadi 192.168.1.17.




 




Langkah 3.

Kita ketik perintah rpm –qa | grep dhcp.* fungsinya untuk mengecek kelengkapan data DHCP, setelah itu kita masuk kedalam direktori DHCP dengan menggunakan perintah cd /etc/dhcp


 Langkah 4.



Setelah masuk ke dalam direktori DHCP, ketik perintah ls, lalu kita hapus data dhcpd.conf dengan memasukan perintah rm –rf dhcp.conf








Langkah 5.



Setelah dhcp.conf di hapus, kita akan menginstall paket dhcp dengan memasukan perintah yum –y install dhcp,setelah dhcp terinstall (already installed tanda dhcp sudah terinstall)  




 




kita edit paket dhcpnya dengan mengetikan perintah vi /etc/dhcp/dhcp.conf








Ini adalah daftar isi paket dhcp, pada option routers adalah alamat IP komputer kita








Langkah 6. 



Masukan perintah vi /etc/sysconfig/network-script/ifcfg-eth0 fungsi dari perintah tersebut adalah untuk merubah IP Addresnya menjadi option routers seperti langkah nomor 5. Setel itu kita lakukan service network restart jika sudah muncul [OK] kita aktifkan service dhcp restart, jika sudah [OK] tandanya berhasil.

 

IP Address


Apa itu IP Address ?


IP Address (Internet Protocol Address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap computer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi IPv4 dan angka 128 bit digunakan untuk IP Address versi IPv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP.

IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.

v  Fungsi IP Address :

1.     IP Address digunakan sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan

2.    IP Address digunakan sebagai alamat alokasi jaringan

v  Jenis IP Address



1.     IP Address versi IPv4



Internet protocol version 4 terdiri dari 32-bit dan bias menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IPv6.

2.    IP Address versi IPv6



Diciptakan untuk menjawab kekhwatiran akan kemampuan IPv4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung ip address di seluruh dunia.



Internet protocol versi 6 ini terdiri dari 128 bit. IP ini 4 kali dari IPv4, tetapi jumlah host yang bisa ditampung bukan 4 kali dari 4.294.967.296 melainkan 4.294.967.296 pangkat4, jdi hasilnya 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456.
v   Skema IP ADDRESS

1.     IP ADDRESS terdiri dari 32 bits

2.    32 bit diagi menjadi 4 bagian. Setiap bagian terdiri dari 8 bit

3.    Terbagi menjadi dua bagian. Bagian NetworkID dan bagian HostID
-NetworkID, = dalam satu jaringan NetID untuk semua jaringan sama

-HostID = Biasa disebut IP Address, dalam satu jaringan tidak ada yang nomor IP-nya sama.


IP Address mempunyai 2 bagian.
1.     Network
2.    Host

IP Address dibagi kedalam kelas A, B, dan C untuk menyatakan jaringan yang besar, medium dan kecil, sedangkan kelas D digunakan untuk mlticasting dan kelas E digunakan IETF untuk research.
Klasifikasi Jaringan Internet
selanjutnya langsung saja di praktikan pada centOS6 terminalnya :
diketahui dari gambar di atas, IP ADDRESS nya adalah 192.168.1.233
16 merupakan nomor komputer yang sedang ditempati.







kemudian, masuk ke super user seperti pada gambar di atas.

 lalu, akan muncul tampilan seperti gambar di atas.

pada gambar terdapat penjelasan seperti berikut :

-bootproto = static artinya adalah memberi IP secara manual dan static.

-IPADDR adalah IP sendiri kalau seandainya IP ingin anda ubah anda tinggal   mengubahnya dengan menekan tombol "i" pada keyboard anda yang artinya adalah insert.

-Gateway adalah penghubung . gateway 100 adalah berarti langsung menembak ke server nya.

-DNS1 adalah penggantian nama server nya.

-Netmask adalah jika IP ini adalah memakai kelas H, maka dapat dilihat dari tabel jika kelas H maka default nya 255. 255. 0
untuk mengubah IP dapat dilihat pada gambar di atas bahwa 016 di ganti menjadi 246.
Sekian penjelasan dari IP ADDRESSING, terima kasih...

berikut saya lampirkan file materi pembelajaran kelas F